Assalamu'alaikum!
Hi Bro! How are you today?
Kemarin saya membaca sebuah artikel di majalah Elfata (edisi 01 vol. 09 2009) tentang seorang rahib Yahudi garis keras yang pernyataannya mendapat sorotan dari berbagai penjuru dunia. Artikel serupa juga saya dapatkan dari SINI.
"Wajib mengatakan bahwa tidak ada yang namanya negara Israel!"
Stasiun TV Phoenix yang ditrasformasikan dari Hongkong menayangkan secara langsung wawancara berjudul “dan seorang saksi memberikan kesaksiannya” (seperti mengutip bunyi surat Yusuf:26-red) terhadap Rabi YAHUDI garis keras, Eerool Louis dari kelompok YAHUDI yang menantang Zionisme bersama Neil Kaffuo dari stasiun TV Amerika “Fox News.” Dalam wawancara itu, Rabi itu mengatakan secara blak-blakan, “Wajib menyatakan bahwa tidak ada yang namanya negara ISRAEL!”
Dalam prolog program tersebut, Phoenix mengatakan, “Wawancara ini mendapatkan perhatian yang belum pernah terjadi sebelumnya secara internasional. Bahkan disebut sebagai wawancara televisi paling penting dalam sejarah. Wawancara juga menimbulkan polemik dan perdebatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di mana khususnya, secara jelas dan dengan kalimat yang blak-blakan menilai bodoh kedustaan ala setan yang telah menipu para pemilik niat yang baik tentang dunia dan berhasil meyakinkan mereka untuk mendukung sesuatu yang jahat dan amat dibenci bernama negara YAHUDI.”
Rabi Eerool Louis mengatakan, “ISRAEL telah merusak semua orang, baik itu bangsa YAHUDI sendiri maupun non YAHUDI. Pandangan ini telah disepakati sepanjang satu abad yang lalu alias sejak berdirinya gerakan ZIONIS yang menciptakan konsep atau ide mengubah agama YAHUDI dari agama rohani kepada sesuatu yang bersifat materil-nasionalis demi untuk mendapatkan sebongkah tanah. Semua rujukan mengakatan, perkara ini bertentangan dengan seruan agama YAHUDI, yaitu hal yang diharamkan secara pasti di dalam taurat karena kami ini dibuang atas perintah Allah.” Demikian seperti yang diklaimnya.
Ketika sang Rabi ditanya, “Apa yang mencegah kalian mendapatkan negeri sendiri? Apa yang mencegah kalian memiliki pemerintahan.?” Ia menjawab dengan mantap, “Kami wajib tidak memiliki negara. Kami wajib hidup di tengah seluruh bangsa sebagaimana sejak lebih dari dua ribu tahun lalu dilakukan bangsa Yahudi sebagai penduduk yang menyembah Allah.”
Rabi itu melanjutkan pernyataaannya; sesuatu yang berbeda 180 derajat dari apa yang diyakini banyak orang, “Perang yang terjadi melawan bangsa Palestina ini secara khusus, atau melawan bangsa Arab secara umum bukanlah karena motivasi agama. Dulu, kami biasa hidup di tengah masyarakat muslim dan arab tanpa ada masalah, dan tanpa perlu pengawasan dari PBB terkait HAM.”
Ketika menjawab pertanyaan lain tentang “apakah kehidupan bangsa YAHUDI sebelum berdirinya negara ISRAEL YAHUDI lebih baik.?” Sang Rabi menjawab, “Benar. Kehidupan kami lebih baik 100%. Di Palestina, kami mendapatkan kesaksian dari komunitas YAHUDI yang tinggal di sana dan komunitas lainnya di beberapa tempat di dunia bahwa mereka dulu hidup harmonis. Mereka menegaskan hal itu melalui kesaksian-kesaksian yang valid dan telah diserahkan kepada PBB, di antaranya piagam yang dinyatakan oleh tokoh senior Rabi YAHUDI di Quds, ‘Kami tidak menginginkan negara YAHUDI.’ Hanya saja, PBB tidak mempedulikan tuntutan kami ketika mengambil keputusan berdirinya ISRAEL.”
Dan ketika menjawab pertanyaan mengenai pandangan bangsa YAHUDI tradisionil terhadap masalah negara ini.? Sang Rabi YAHUDI Orthodoks itu mengatakan, “Pandangan mayoritas di kalangan bangsa YAHUDI bahwa kami tidak wajib memiliki negara!!”
Tampilkan postingan dengan label Agomo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agomo. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Januari 2009
Minggu, 28 September 2008
Kartu Lebaran Idul Fitri
Setelah hati dan raga ini ditempa untuk meraih kesucian dalam bulan Ramadhan yang mulia,
tibalah kita pada masa yang dijanjikan,
dimana kemenangan kita memerangi hawa nafsu berbuah fitrah,
kesucian seperti bayi yang baru dilahirkan.
Dalam khidmat kesyukuran Saya mengucap
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
Ja'alanallahu Waiyyakum, Minal A'idin Wal Faizin
Semoga amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah Ta'ala,
dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan.
Amin.
tibalah kita pada masa yang dijanjikan,
dimana kemenangan kita memerangi hawa nafsu berbuah fitrah,
kesucian seperti bayi yang baru dilahirkan.
Dalam khidmat kesyukuran Saya mengucap
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
Ja'alanallahu Waiyyakum, Minal A'idin Wal Faizin
Semoga amal ibadah Ramadhan kita diterima Allah Ta'ala,
dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan.
Amin.
Apakah kita mendapati Lailatul Qadar?
Assalamu'alaikum!!
Demi masa, tak terasa rangkaian hari bulan Ramadhan tinggal hitungan jari. Dari semua ibadah dan ketaatan kita kepadaNya, apakah sudah cukup membekas kepada hati? Jika belum - dan terasa biasa saja - jangan-jangan kita terlewat satu malam yang luar biasa? Yakni malam Lailatul Qadar, suatu malam yang didalamnya terdapat kebaikan lebih dari seribu bulan...
LAILATUL QADAR
Saking pentingnya salah satu waktu yang mulia ini, Allah Ta'ala sampai membahas keistimewaan malam ini pada salah satu surat Al-Quran. Saya yakin kita sudah hafal apa arti lailatul qadar, namun apa dan bagaimana ia ada, lalu tanda-tanda apa yang layak kita jadikan patokan kedatangannya, perlu anda simak tulisan dibawah ini...
Sebagian ulama menyebutkan bahwa kedatangan malam Lailatul Qadar kemungkinan besar terjadi pada malam tanggal 21 atau 23 Ramadhan. Pendapat mereka berdasar pada Imam Syafi'i r.a. dan riwayat Bukhari & Muslim yang menceritakan bahwa Lailatul Qadar berlaku pada malam tersebut sehingga junjungan kita Rasulullah saw sujud hingga dahinya merah oleh darah. Sebagian ulama lainnya tidak menentukan secara pasti kedatangan Lailatul Qadar, serta ada pula ulama dan para zuhad yang mengira bisa saja Lailatul Qadar hadir pada permulaan Ramadhan. Hal ini didasarkan pada kisah turunnya Al-Quran kedunia terjadi pertama kali pada malam Lailatul Qadar, tanggal 17 Ramadhan.
Tanda kedatangan Lailatul Qadar cukup banyak, meskipun demikian terkadang kita tetap tidak bisa menebak secara pasti kapan ia akan datang. Tanda tersebut antara lain pada malam itu penuh keheningan dan tenteram, angin bertiup lembut dan pada esok harinya, langit terlihat agak redup dan cahaya matahari tidak begitu menyayat serta tanda-tanda yang lainnya.
Hikmahnya, apabila kita kebetulan menjumpai tanda-tanda tersebut, sudah seharusnya kita perbanyak doa, istighfar dan ibadah pada malam dan keesokan harinya untuk memastikan kita mendapat fadilah/keutamaan dari hari yang mulia itu. Yakinlah bahwa seseorang itu mau memenuhi malam bulan Ramadhan dengan ibadah, sekurang-kurangnya solat berjamaah setiap waktu Maghrib, Isya' dan Subuh, kata ulama dia pasti memperoleh keutamaan Lailatul Qadar.
Lantas bagaimana ciri orang yang telah memperoleh keutamaan Lailatul Qadar?
Saya pernah mendengar penjelasan Ustadz yang kepadanya saya tanyakan masalah itu, dengan arif beliau menjelaskan bahwa orang yang pada salah satu malam dibulan Ramadhan mendapati Lailatul Qadar, mulai saat itu dan seterusnya kehidupan pribadinya akan dipenuhi nuansa kesyukuran. Tingkah-lakunya akan lebih halus, ibadahnya meningkat dan istiqamah (konstan), dia akan terlihat lebih 'agamis' dan sebagainya.
Apakah anda pernah menemui seseorang yang tadinya terlihat bengal akan tetapi setelah Ramadhan dia berubah drastis menjadi orang yang alim? Atau minimal dia akan jauh lebih sabar dalam mengarungi cobaan hidupnya? Jika ada orang yang demikian, insyaallah dia benar-benar telah mendapati fadilah malam mulia itu - meskipun jika ditanya, mungkin orang tersebut tidak menyadarinya.
Nah, apakah anda termasuk orang yang beruntung itu?
Wallahu'alam
Sabtu, 13 September 2008
Perluasan Masjidil Haram
Assalamu'alaikum!!
Masjidil Haram dari citra satelit
Tadi pagi pas saya baca majalah 'Techno Konstruksi' terbaru (Ed.5/Th.I/Sept 2008), saya tertarik pada satu artikel yang mengulas tentang perluasan yang dilakukan kerajaan Saudi Arabia terhadap Masjidil Haram. Perhatian yang sangat besar diberikan oleh kerajaan terhadap masalah ini lantaran mereka ingin dapat memberikan yang terbaik bagi para tamu Allah.Masjidil Haram dengan latar belakang hotel milik kerajaan
Masjidil Haram yang terkenal dengan kemegahan dan keindahannya, tampaknya semakin tidak mencukupi untuk menjamu para tamu Allah terutama saat puncak musim haji. Hal ini dikarenakan jumlah jamaah haji terus mengalami peningkatan dari tahun-ketahun. Masjid yang berlantai marmer dingin, tiang-tiang yang kokoh dan tinggi serta atap yang indah, yang dilengkapi dengan ornamen, lampu gantung dan ukiran kaligrafi tampaknya akan terus menarik umat muslim dipenjuru dunia untuk terus datang menjadi tamu Allah. Kesyahduan masjid ini semakin lengkap dengan hadirnya sembilan menara yang berdiri perkasa setinggi masing-masing 89 m.
Ketika memasuki bangunan masjid yang mempunyai 95 pintu dan setiap lantainya ditopang oleh 530 tiang, kita akan semakin tertegun dengan ka'bah berjubah hitam yang menjulang tinggi 14 m dipelataran terbuka ditengah-tengah orang yang sedang tawaf mengelilinginya.
Masjidil Haram, yang merupakan salah satu masjid terbesar didunia selain megah juga sangat luas, dimana masjid ini terdiri dari tiga lantai (lantai dasar, lantai dua dan lantai atap serta lantai bawah tanah). Masing-masing luas lantainya mencapai 19.000 m2 dan berbentuk tidak simetris.
Jika ditambah pelataran diluar bangunan dan ditengah-tengah Masjidil Haram, luasnya mencapai 278.000 m2 dan mampu menampung 700.000 jamaah. Jika masih ditambah areal pasar kecil, areal timur Mas'a di Qasyasyiyah dan arteal di arah Asyamyah sekitar 88.000 m2, maka kapasitas tampung total Masjidil Haram mencapai 914.000 jamaah - bahkan sampai satu juta pada puncak musim haji.
Seperti yang saya bilang dimuka, Masjidil Haram semakin tidak mampu menampung banyaknya jamaah! Sebagai data pembanding adalah jumlah jamaah musim haji 2007 yang tercatat mencapai 2,8 juta orang! Dengan demikian bisa kita bayangkan bahwa tidak ada sejengkal tempat-pun disekitar masjid yang tidak terisi oleh jamaah! Subhanallah...
PERLUASAN MASJIDIL HARAM
Kerajaan Saudi sangat mendukung rencana perluasan Masjidil Haram. Dana sebesar 70 milyar Riyal (160 triliun Rupiah) telah disiapkan untuk pembangunan proyek pengembangan masjid terbesar dalam sejarah, dimana pengerjaan proyek ini adalah kontraktor termashyur, Bin Laden. Tahun 2007, perluasan masjid dimulai yang diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas jamaah hingga 35%, sehingga mampu menampung 3 juta jamaah.
Menurut rencana, Masjidil Haram dirancang akan mampu menampung 10 juta jamaah pada tahun 2020 mendatang. Dalam cetak biru pembangunan kota suci Makkah, kota ini nantnya akan mampu menampung 3 juta penduduk dan 8 juta jamaah yang mendatangi tempat ini.
Demi mewujudkan hajat besar ini, penambahan halaman seluas 380.000 m2 dilakukan disebelah utara (wilayah Shamyah, sehingga pekerjaan ini dikenal dengan proyek Shamyah) dengan menggusur 1000 bangunan. Kompensasi sebesar 6 milyar Riyal telah dialokasikan demi kelancaran proyek. Sebut saja Hotel Sheraton, Hotel Hilton, Hotel Daaruttauhid Intercontinental, Hotel Kindah dan Hotel Makkah akan diratakan.
Bangunan - bangunan yang siap dirobohkan
Proyek Shamyah ini didesain untuk menyediakan tempat sholat yang lebih luas disisi utara Masjidil Haram, dilengkapi dengan sarana transportasi, apartemen, hotel dan segala fasilitas publiknya. Selain proyek ini, masih ada beberapa proyek disekitar Masjidil Haram yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan kenyamanan beribadah yang lebih kepada para tamu Allah.Untuk itu, mari senantiasa kita berdoa semoga apa yang menjadi hajat pemerintah Saudi mampu terlaksana dengan lancar dan selesai sesuai yang diharapkan. Amin...
Kamis, 21 Agustus 2008
Persiapan Ramadhan?
Assalamu'alaikum...
Wah, ndak terasa kita sudah berjumpa lagi dengan puasa Ramadhan!
Sebagian dari kita pasti ada yang senang dengan datangnya 'tamu' yang satu ini, namun ada pula yang bersedih hati akan kehadirannya. Itu hanya pribadi kita sendiri yang tahu alasannya ^_^
Ngomong soal Ramadhan, biasanya 'dua kubu' organisasi Islam terbesar di Indonesia (baca: NU dan Muhammadiyah) biasanya mempunyai cara perhitungan sendiri mengenai kapan awal dan berakhirnya Ramadhan. Yang satu menggunakan Hisab dan yang lain lebih manteb pakai Rukyat. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung, mengapa yang diributkan hampir selalu seputar bulan Ramadhan dan Syawal, dan setahu saya, mereka ndak pernah ribut tentang tanggal pelaksanaan wukuf di Arafah atau kapan pelaksanaan solat Iedul Adha. Sepertinya mereka ikuuut...saja sama tanggal yang diberikan pemerintah Arab ^_^. Namun begitu mendekati Ramadhan, hampir dapat dipastikan ada 'geseh' dalam memulai maupun mengakhiri ibadah puasa ini. Masalah ini sepertinya tidak akan selesai begitu saja jika tidak ada yang mengalah ^_^, ini serupa komentar seseorang dalam blog yang mengkritisi pembenaran Rukyat sebagai satu-satunya cara yang patut diakui?
Sebenarnya bukan itu yang ingin saya bahas disini...
Apa dan bagaimana persiapan yang harus kita cukupi menjelang datangnya bulan Ramadhan, sebenarnya sudah harus kita sempurnakan jauh-jauh hari. Hal ini penting artinya karena ketika ramadhan tiba, kondisi hati dan raga kita siap untuk menyambut seruan ketaatan selama sebulan penuh, yang nantinya dapat memacu ibadah kita untuk terus pada posisi prima, setahun setelah Ramadhan tahun ini selesai.
Berikut saya kutip tulisan dari adek-adek
, yang membahas tentang persiapan apa saja yang semestinya kita lakukan begitu akan datang tamu kita yang satu ini."Tentunya ada diantara Sahabat yang merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu dipersiapkan menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan- persiapan berikut ini :
> Pertama, I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.
Orang-orang orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa :
"Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan
Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.
> Kedua, adalah I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an,
biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
> Ketiga, adalah I'dad Maliyah, yakni persiapan harta.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhan-pun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
> Keempat, adalah I'dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagaijenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya,sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Amin".
Langganan:
Postingan (Atom)


















