Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Februari 2009

Spesies Monster Ancol



Nerocila sp. 'Monster Ancol' seringkali hidup berpasangan


Assalamu'alaikum!

Berita tentang munculnya 'monster ancol' dikawasan pantai Ancol akhir-akhir ini membuat heboh banyak pihak. Video rekaman
monster ancol yang diusung oleh Bocah Petualangan Production di laman youtube.com dan sampai diberitakan di berita TransTV, sontak membuat banyak perhatian dari masyarakat.

Opini pun berdatangan. Dari yang mengira itu hanya kutu air biasa sampai spesies monster ancol itu benar-benar monster, hasil mutasi genetik dan sebagainya.
Meskipun TransTV telah menyiarkan berita monster ancol pada 14 November 2008 yang lalu, namun masyarakat awam tetap banyak yang kurang faham makhluk apa sebenarnya monster ancol itu. Dari penelitian Pusat Oceanografi di LIPI, spesies yang dibawa pihak manajemen TIJ Ancol tersebut diidentifikasi sebagai Isopod, salah satu parasit yang banyak terdapat diperairan pantai. Spesies ini umumnya memakan kayu-kayu rapuh dan sebangsanya, namun akan menjadi parasit jika hidup menumpang pada ikan (pada badan, insang, mulut dan ada pula yang dilubang anus)

Setelah saya surfing dan mendapat informasi dari seorang teman yang lebih faham tentang masalah ini, menunjukkan bahwa spesies yang dimaksud adalah Nerocila sp. Saya mencoba menunjukkan kepada Anda, beberapa gambar spesies dari ordo Isopod ini yang memang parasit dan terkadang bertingkah laku seperti piranha (ganas dan buas, terutama jika hidup bergerombol). Informasi lebih dalam mengenai Nerocila sp. dapat Anda peroleh dari FAO (www.fao.org), terutama pada bagian 18.5.





Well, taukah Anda, kalo ternyata, kutu air yang heboh dengan sebutan 'monster ancol' ini biasa dijadikan rempeyek oleh sebagian masyarakat pesisir kita!!!

Ada yang mau coba?

Senin, 26 Januari 2009

Gerhana tahun 2009

Assalamu'alaikum!

Baru saja kita mengalami peristiwa gerhana yang pertama ditahun 2009. Selama tahun 2009, insyaallah kita akan mengalami 2 gerhana matahari dan 4 gerhana bulan, yang akan terjadi pada tanggal-tanggal berikut:

26 Januari 2009 : Gerhana matahari anular
09 Februari 2009 : Gerhana bulan penumbral
07 Juli 2009 : Gerhana bulan penumbral
22 Juli 2009 : Gerhana matahari total
06 Agustus 2009 : Gerhana bulan penumbral
31 Desember 2009 : Gerhana bulan sebagian

Dibawah ini saya unduh gambar-gambar dari LAMAN INI, yang didalam laman tersebut juga memuat materi inforasi dan gambar detail mengenai peristiwa yang terjadi.









Mungkin tidak semua dari kita beruntung untuk menyaksikan kejadian alam ini. Hal ini dapat disebabkan kejadian alam (seperti mendung) dan juga karena lokasi kejadian gerhana total-nya, jauh dari daerah kita. Meskipun demikian, sebagian wilayah Indonesia (Sumatera, Kalimantan dan sebagian Jawa Barat), dapat melihat gerhana matahari sebagian yang terjadi tanggal 26 Januari 2009 ini (jika tidak terhalang mendung). Lebih dekat gambarnya seperti apa, dapat dilihat disini (format pdf).

Jika ada diantara Saudara yang ingin tahu lebih banyak mengenai kejadian gerhana matahari didunia ini, dapat klik DISINI untuk melihat katalog Gerhana Matahari seri Saros, dimana seri ini, gerhana matahari pertama dihitung mulai 1 Agustus 1125 dan terakhir pada 2 September 2369.

Dapat melihat langsung ataupun tidak, sudah selayaknya kita tetap menyukuri nikmat ini dengan menegakkan solat gerhana. Ok?!

Jumat, 12 September 2008

Bulan Kembar ??!


Assalamu'alaikum!!!


Weh, waktu yang belum bisa kalahkan sepertinya semakin cepat saja. Ndak terasa Ramadhan yang mulia ini sudah hampir separo jalan
Bagaimana ibadah Saudara? Saya harap Anda bisa mengisi Ramadhan kali ini lebih baikdari tahun yang lalu ya!

Omong-omong soal bulan lagi ni ya, akhir Agustus yang lalu saya mendengar seorang teman yang bilang bahwa lintasan Mars pada awal September sebegitu dekatnya dengan Bumi, sehingga seolah-olah Bumi punya 'bulan kembar'! - yang beliau maksud - dan sebagian orang yang saya baca referensinya dari koran lokal - menyebutkan bahwa 'bulan kembar' ini berarti dalam arti sebenarnya, planet Mars terlihat sebesar bulan!! Gubrak!!!


Saya sempat bingung juga, bagaimana bisa Mars yang dilihat dari Bumi begitu kecil, lantaran orbitnya kebetulan lewat dekat orbit Bumi menjadikan Mars terlihat 'sebesar' bulan, yang nantinya terlihat seperti 'bulan kembar'?! Setahu saya, sedekat-dekatnya planet lain ke Bumi, karena jarak yang terlampau jauh membuat benda-benda langit itu tetap kelihatan kecil (mungkin 'sedikit' lebih besar kalau kita melihat pakai teropong
), tapi tetap saja akan terlihat jauh lebih kecil daripada ukuran bulan kita! Seandainya Mars atau planet yang lain sampai terlihat sebesar bulan, menurut perkiraan saya hal yang dahsyat akan terjadi, karena keseimbangan gravitasi tatasurya berubah lantaran adanya tarik-menarik antara benda planet yang tidak semestinya, membuat kehancuran yang ndak bisa dibayangkan...

Saya coba cari tahu (terutama bukti gambar) di web dan koran-koran mengenai peristiwa ini. Ternyata susah untuk memperolehnya. Eee...pagi ini pas coba nyari lagi ternyata ketemu! Berikut gambar yang luar biasa indah, diambil 1 September 2008 dari atas kota Perth yang menunjukkan bulan baru (awal Ramadhan), yang dilatar belakangi trio
terrestrial planet, yakni Venus, Merkurius dan Mars.



Bulan (bawah sendiri), Venus, Merkurius dan Mars

Gambar tersebut semoga dapat memberi informasi kepada kita bahwa 'bulan kembar' itu tetap dalam proporsi ukurannya masing-masing, karena untuk saat ini memang itulah yang sudah seharusnya terjadi.

Satu lagi gambar yang menurut saya pantas untuk disaksikan adalah gambar berikut lantaran cukup dramatis. Venus yang terlihat kecil seperti bulan sabit, terlihat beberapa menit sebelum akhirnya tertutup bdan bulan (seperti gerhana). Venus kembali terlihat kurang lebih satu jam kemudian. Contoh gambar lengkap peristiwa serupa bisa klik disini. Gambar dibawah ini diambil 30 Oktober 2006 di Budapest, Hunggaria, siang hari.



Ternyata, masih banyak hal tentang alam ini yang sangat menarik untuk terus kita pelajari. "Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia..." (QS 3 : 191).

Rabu, 20 Agustus 2008

Wajah bulan selalu sama??




Assalamu'alaikum!

Mengapa kita selalu melihat bulan dalam 'wajah' yang sama?
Padahal kita tahu bahwa bulan juga berotasi dalam porosnya dan berevolusi terhadap bumi?
Logikanya, seharusnya kita dapat melihat wajah bulan yang lain seiring dengan waktu rotasinya kan?

Mungkin pertanyaan itu kerap kali kita tanyakan. Bagi yang sudah tahu jawabannya, mungkin tidak akan berlama-lama dipusingkan dengan alasan kejadian tersebut, akan tetapi bagi yang kurang tahu akan terus penasaran mengapa kita tidak bisa melihat wajah bulan yang lain...

Sebenarnya saya sendiri sempat bingung juga waktu ada teman bertanya tentang masalah ini, akan tetapi setelah coba browsing, ada satu ruang tanya-jawab yang salah satu isinya menjawab pertanyaan itu (klik disini).

Berikut kurang lebih jawaban atas pertanyaan tersebut:
'Wajah bulan tampak selalu sama karena rotasi bulan sama periodenya dengan revolusi bulan mengelilingi bumi, yaitu 27, 3 hari. Ini akibat efek sinkronisasi akibat gaya pasang surut bumi. Kalau bulan diam, maka secara perlahan kita akan melihat permukaan bulan bagian lainnya selama revolusinya mengelilingi bumi'.

Untuk lebih mendalami apa yang sebenarnya terjadi, klik saja mengenai lunar surface di web berikut ya!


Dibawah ini merupakan librasi bulan, yang saya ambil dari wikipedia dimana gambar berikut sedikit banyak memberikan informasi kepada kita wajah bulan yang selalu kita lihat, sejak terbit hingga bulan tersebut 'mati' kembali.



Librasi Bulan

Gerhana...


Assalamu'alaikum!!!

Sodara, bertepatan malam tirakatan memperingati HUT negara kita belum lama ini, kita menjumpai salah satu bentuk kuasa Ilahi berupa gerhana bulan sebagian (gerhana bulan 17 Agustus 2008; puncaknya pada 04.10 wib). Meski demikian, sangat penting artinya bagi kita karena kita - sekali lagi - menikmati kejadian alam yang luar biasa dimana gerhana ini merupakan penutup rangkaian gerhana yang terjadi tahun 2008 ini, dan untuk itu, kesyukuran tetap perlu kita panjatkan.

Jaman dahulu ketika ilmu pengetahuan tentang pergerakan bintang belum dikenal manusia, gerhana sering dikaitkan dengan suatu mitos. Cina, Jepang, India, Tahiti dan di Indonesia sendiri sampai sekarang masih kita jumpai orang yang percaya bahwa gerhana menandakan suatu kejadian, semisal kelahiran atau kematian dan lain-lain. Namun setelah berkembangnya ilmu pengetahuan, mitos yang 'aneh-aneh' itu sekadar cerita pelengkap kearifan manusia yang tidak perlu kita kaji lebih dalam.

Jika ekliptika bulan dalam mengitari bumi membentuk sudut 90 derajat, yang terjadi adalah peristiwa normal. Adapun gerhana terjadi ketika memiliki kondisi di mana bidang antara peredaran bumi mengelilingi matahari dan peredaran bulan mengelilingi bumi berimpit, kemiringan bidang edarnya hanya 5 derajat (dari Gatra). Kondisi demikian sangat sering terjadi, dan oleh sebab itulah gerhana (bulan atau matahari) cukup sering terjadi. Apabila dirata-rata dalam satu tahun terjadi gerhana sekitar 4 kali. Berikut saya tampilkan foto gerhana bulan yang terjadi kemarin ini.





Dalam bulan ini pula - tepatnya tanggal 1 Agustus kemarin, kita juga mengalami gerhana matahari total! Berikut frame gambar 'diamond ring & Baily beads' yang diambil per 1/3 detik.



Beberapa saat sebelum gerhana matahari, sesuatu yang ganjil terjadi. Ketika bulan bergerak menutupi matahari pada peristiwa gerhana matahari total, lingkaran cahaya dari matahari akan melingkupi tepian bulan seutuhnya. Akan tetapi pada salah satu bagian terlihat sangat terang akibat tidak ratanya permukaan bulan yang kemudian dikenal dengan efek Baily's beads. Efek tersebut diambil dari nama Francis Baily yang pertama kali mengamati fenomena ini pada 1836. Seperti kita tahu bahwa bulan mempunyai permukaan yang tidak rata (ada gunung, lembah, cekungan dll akibat aktivitas vulkanik maupun hantaman benda langit), dimana pada bagian lembah/cekungan inilah Baily's beads dapat terlihat. Gambar diatas merupakan rangkaian ketika Baily's beads terjadi dalam gerhana matahari terakhir (1 Agustus 2008) yang terlihat dari Novosibirsk, Rusia. Gambar berikut juga gambar gerhana matahari yang terjadi 1 Agustus 2008 yang diambil dari perjalanan kereta Trans-Siberian didaerah Novosibirsk, Rusia.



Lain halnya gambar berikut yang diambil bukan dari permukaan bumi melainkan dari luar angkasa yang menggambarkan posisi 'umbra' pada salah satu bagian di bumi, yang diambil ketika peristiwa gerhana matahari 11 Agustus 1999 dari pesawat luar angkasa MIR. Gambar ini saya ambil dari sini.



So, kapan giliran Anda akan mengabadikan gambar peristiwa alam serupa ini?