Tampilkan postingan dengan label Masalah Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2009

We Will Not Go Down - Michael Heart

Assalamu'alaikum Guys!

Today, we was saw arrogantly and sadistically Jewish slaughtered the Palestinian civilian. Despite many supports from people who care, but as if we were just quiet saw the slaughter took place.

Michael Heart sang a song to support the Palestinian resident with the title of "We Will Not Go Down". You could download this song HERE and the the vidoe HERE.




Michael Heart - We Will Not Go Down (Song for Gaza)

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Sabtu, 20 Desember 2008

End Overfishing!

Assalamu'alaikum!!

Guys, today our sea is facing bad conditions. According to a 2008 UN report that produced jointly by the World Bank and the UN FAO, the world's fishing fleets are loosing $50 billion USD each year through depleted stocks and poor fisheries management. It asserts that half the world's fishing fleet could be scrapped with no change in catch. In addition, the biomass of global fish stocks have been allowed to run down to the point where it is no longer possible to catch the amount of fish that could be caught.


If we still don't care about this, overfishing may lead to resource depletion in case of subsidized fishing, low biological growth rates and critical low biomass levels. What can we do, just
Stop Overfishing right now!



School of blue fin tuna


Overfishing thousands of ponds of Jack Mackerel


Chub mackerel loaded on a boat


Turtle bycatch


Albatros in net

Sabtu, 13 September 2008

Bluefin Tuna

Bluefin Tuna

Ini merupakan salah satu ikan yang sangat saya kagumi! Luar biasa! Allah SWT menciptakan mereka dengan ukuran yang luar biasa besar (panjang sampai 2,5 m dan berat mencapai 400 kg), dan merupakan salah satu ikan bertulang belakang dengan ukuran terbesar.

Dikenal tiga spesies Bluefin Tuna (northern blue fin: Thunnus thynnus; southern bluefin tuna: Thunnus maccoyii; pasific bluefin tuna: Thunnus orientalis). Spesies tuna ini merupakan salah satu keluarga Scombridae yang mempunyai bentuk serupa torpedo (streamline) dan merupakan ikan yang melakukan migrasi sepanjang tahun. Ciri lain yang dimiliki spesies ini adalah memiliki sirip ekor (cauda) yang sangat panjang sebagai alat pergerakan utama, sementara sirip dada (pectoralis), punggung (dorsalis) dan anus (analis) berukuran relatif pendek. Bluefin tuna disebut demikian karena pada bagian punggung hingga pangkal sirip ekornya (bukan tepat pada sirip ekornya, karenapada spesies dewasa sirip ekornya berwarna kuning) terdapat warna biru-kehitaman. Makanan utama dari bluefin tuna ini adalah beragam ikan kecil, chepalopoda, crustacean dll.
Sebagai renungan, kita manusia sudah selayaknya bersyukur lantaran kita tidak perlu susah-susah memberi makan ikan-ikan ini, akan tetapi kita tinggal menangkap dilaut saja. Dasar manusia serakah, penangkapan besar-besaran dan berlebih serta illegal fishing membuat jumlah populasi ikan ini dalam ambang mengkhawatirkan (over fishing). Nah lho... padahal kita yang mempunyai luasan laut yang luar biasa besar ini jarang menikmati ikan ini kok bisa sudah over fishing ya? Itu lantaran perbuatan manusia-manusia tak tahu diri yang hanya mementingkan isi perut mereka sendiri!

Peran pemerintah? Yah...kita doakan sebelum ikan-ikan ini habis dijarah, pemerintah bisa berbuat lebih banyak sehingga pada akhirnya nanti anak-cucu dari bangsa ini sempat menikmati gurihnya daging ikan ini, hehe...

Minggu, 17 Agustus 2008

Merdeka!!!!


Assalamu'alaikum...

Merdeka!!!
Well, sudah 63 tahun kita merayakan proklamasi kemerdekaan. Tapi seperti banyak orang bilang, meski kita merdeka secara harfiah, tapi kita belum sepenuhnya merdeka dari bentuk penjajahan modern.

Sebelum lebih jauh berbicara tentang kemerdekaan, ada baiknya kita ingat2 kembali bagaimana kondisi Indonesia sekarang ini.


Bendera dan Lambang Negara Indonesia

Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.508 pulau. Dengan jumlah pulau sebanyak itu, garis pantai Indonesia merupakan yang terpanjang kedua setelah Kanada dengan panjang 81.000 km. Potensi alam yang dimiliki Indonesia luar biasa besar. Hutan dan laut dengan segala macam spesies yang hidup didalamnya, merupakan biodiversity terbanyak kedua didunia setelah Brazil, serta bumi dengan kandungan minyak dan logam berharga yang luar biasa banyaknya. 'Sangking' banyaknya kemelimpahan nikmat dari Tuhan Seru Sekalian Alam tersebut Indonesia punya julukan Zamrud Katulistiwa.
Tapi dengan semua hal yang kita miliki tersebut, setiap penduduk Indonesia (yang berjumlah kurang lebih
234 juta jiwa pada tahun Juli 2007), seolah-olah punya hutang kurang lebih Rp 14 juta/jiwa (kalau belum berubah lho... ) lantaran saking banyaknya hutang kita untuk menyelesaikan krisi multidimensi sejak 1997 yang sampai sekarang belum selesai-selesai...
Para petinggi kita dulu bangga akan status Indonesia yang agraris, tapi kenyataan sekarang kita merupakan salah satu pengekspor beras, kedelai, gandum, jagung dll! Hutan kita yang banyaknya tak terkira banyak dicuri oleh para oknum illegal logging yang dengan seenaknya bisa kabur dari hukum setelah mencuri kekayaan bangsa Indonesia. Juga laut kita yang katanya paling banyak keanekaragaman hayatinya, kita jarang bisa makan ikan segar dari laut sendiri. Dan kalau boleh diperjelas, kita sangat jarang menikmati ikan yang berkualitas (pun kalau ada dengan harga yang selangit) karena semua komoditas perikanan yang first grade dijual keluar negeri. Atau, polisi laut kita sering kecolongan jutaan ton ikan dari laut Indonesia lantara diambil oleh para perompak ikan (illegal fishing) dari negara tetangga (Thailand dsb), yang kapalnya jauh lebih cepat dari kapal polisi laut kita.


Mobil Log


Illegal Fishing - Bayangkan berapa banyak hiu yang dibunuh
untuk mendapatkan sirip sebanyak ini?!

Seain itu, korupsi tampaknya juga sidah jadi budaya kita. Korupsi menempatkan Indonesia diurutan 143 dari 180 negara paling korup menurut CPI pada tahun 2007. Coba saja kita perhatikan berita beberapa bulan ini, wakil rakyat yang terhormat juga para penegak hukum tidak hanya terlibat korupsi tetapi juga jual beli hukum. Mereka yang buat peraturan, tapi mereka juga yang melanggar. Hukuman yang dijatuhkan pada para koruptor inipun tampaknya tidak sebanding dengan kelakuan mereka. Kemarin saya baca berita ada orang yang menyalahgunakan wewenang dengan memakai tabung gas diganjar hukuman 6 bulan kurungan penjara , sementara Mr. X yang merugikan negara sampai milyaran rupiah hanya dikurung 5 tahun penjara! Kalau uang 5 M tsb dibelikan tabung gas dapat berapa coba?!!). Memang sih, Indonesia bukan satu-satunya negara yang orang-orangnya korup. Sekedar tahu saja, berikut adalah penampang negara-negara korup didunia yang saya ambil dari CPI.


Worl Map Index Of Perception Of corruption

Kemiskinan, pengangguran, inflasi, dan seabrek masalah lain masih dihadapi bangsa ini ditengah bangsa-bangsa lain tengah sibuk mempersiapkan diri tinggal landas memasuki era globalisasi dengan kemajuan teknologi. Juga masalah budaya kita yang katanya mulai banyak ditinggalkan anak muda, sifat hedonis, konsumtif dan sebagainya merupakan masalah sendiri yang tidak bisa didiamkan begitu saja.

Apapun kondisi yang sedang kita hadapi, Indonesia tetap rumah kita, tampat kita makan-minum dan dibesarkan. Sudah saatnya kita tidak berfikir apa yang bisa kita ambil dari negara ini, tapi apa yang dapat kita berikan pada bangsa ini deni citra dan kemuliaan yang dulu pernah dicecap bangsa ini pada masa kemerdekaan dikumandangkan. Salut saya pada dua orang proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta, yang oleh beliau 'status' kebangsaan kita ditorehkan dengan jelas dimata dunia.
Sudah saatnya kita mengisi kemerdekaan ini dengan perjuangan kita menaklukan kelemahan kita sendiri. Apapun bentuknya, sudah waktunya kita tunjukkan karya terbaik kita dimata dunia bahwa kita - orang Indonesia - merupakan orang yang juga bisa seperti bangsa-bangsa lain didunia. Saya suka salah satu iklan rokok yang diputar menjelang 17-an ini, yang akhirnya menulis bahwa 'kemerdekaan adalah keberanian kita mengikuti kata hati'. Keberanian kita memulai dengan hati bersih untuk menciptakan suatu karya...untuk memperbaiki yang buruk dari para orangtua kita...
Semoga Tuhan merahmati kita semua. Amin

Merdeka!!!

Jumat, 18 Juli 2008

Nganggur?

Assalamu'alaikum!

Well...

Setiap kali lewat kampus di daerah Bulaksumur Yk, aku teringat waktu diluluskan oleh para petinggi kampus yang tercinta. Bangga sejenak, tapi seperti ada ruang kosong di dada ini mengingat apa yang harus dilakukan setelah kuliah. Cari kerja? Pastilah... Tapi pantas diin
gat, nggak semua orang seberuntung si A atau si B, yang begitu lulus kayak ndak ada halangan, lancaaar saja mencari pekerjaan! Ada keinginan besar untuk bisa berbuat banyak buat orang tua dan lingkungan, tapi setiap kali mencoba bertarung bersama ribuan orang pencari kerja, biasanya - terus tidak diterima pada posisi yang dipertaruhkan tersebut. Meski seringkali gagal, memang sudah seharusnya ndak boleh jera untuk terus mencoba, termasuk mencoba dengan jalan yang lain...
Beberapa waktu yang lalu pas nonton berita sore, masyaallah... untuk Jogja saja penganggurannya saja sudah melampaui batas normal! Apalagi secara nasional, yang konon kabarnya, pengangguran terbuka di Indonesia jumlahnya separuh dari penduduk Malaysia!
Kalau dulu sarjana muda (A.Md) sudah diagung-agungkan calon mertua, tapi sekarang puluhan ribu sarjana (S1) masih bingung cari kerja
! Jangankan dibanggakan calon mertua, saya yakin - calon mertua juga bakal mikir 3-4 kali untuk menjatuhkan keputusan bahwa anaknya boleh dipinang oleh seorang pengangguran to?
Masalah pengangguran ini tampaknya sudah menjadi biasa ditelinga kita, tapi kalau tidak segera diatasi bersama, wuihh...akibatnya bisa mengerikan. Bayangkan saja, pengangguran terbuka di Indonesia tahun 2008 (data dari Antara) yang katanya turun, tetap saja jumlahnya lebih dari 10 juta orang - yang kesemuanya butuh makan - merupakan pemborosan yang luar biasa.
Sekali lagi, kalau tidak segera diselesaikan masalahnya, lambat laun bisa menjadi bom waktu yang bakal merugikan bangsa ini. Bukan mengada-ada, contoh yang juga pernah dialami bangsa ini terkait masalah serupa di tahun 60an adalah mudahnya ideologi komunis masuk kepada penduduk, karena kondisi kemiskinan saat itu sudah sangat memprihatinkan. Apa ya mau kejadian seperti itu terulang lagi?
Banyak pakar yang sudah mengupas solusi bersama bagaimana cara mengatasi pengangguran yang ada. Satu kata yang sering muncul sebagai solusi yaitu memotivasi orang untuk berwirausaha. Banyak pula masalah yang timbul kemudian, dan yang paling jadi promadona masalah adalah 1). tidak adanya kemauan para 'job seeker' untuk terjun dibidang ini, 2). Ada kamauan tapi ndak punya modal, 3) Bingung mau memulai dari mana, dan sebagainya.
Saya rasa, para sarjana tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang dan maju, tinggal bagaimana mereka memulainya saja. Asal tidak sungkan untuk maju dan tak perlu malu, banyak pengusaha muda yang sukses lantaran mereka berani mengembangkan ide kreatif mereka, baik berusaha dalam kerja konvensional, bisnis jaringan maupun bisnis online di dunia maya.
Jadi, saatnya kita bergerak!