Sabtu, 13 September 2008

Bluefin Tuna

Bluefin Tuna

Ini merupakan salah satu ikan yang sangat saya kagumi! Luar biasa! Allah SWT menciptakan mereka dengan ukuran yang luar biasa besar (panjang sampai 2,5 m dan berat mencapai 400 kg), dan merupakan salah satu ikan bertulang belakang dengan ukuran terbesar.

Dikenal tiga spesies Bluefin Tuna (northern blue fin: Thunnus thynnus; southern bluefin tuna: Thunnus maccoyii; pasific bluefin tuna: Thunnus orientalis). Spesies tuna ini merupakan salah satu keluarga Scombridae yang mempunyai bentuk serupa torpedo (streamline) dan merupakan ikan yang melakukan migrasi sepanjang tahun. Ciri lain yang dimiliki spesies ini adalah memiliki sirip ekor (cauda) yang sangat panjang sebagai alat pergerakan utama, sementara sirip dada (pectoralis), punggung (dorsalis) dan anus (analis) berukuran relatif pendek. Bluefin tuna disebut demikian karena pada bagian punggung hingga pangkal sirip ekornya (bukan tepat pada sirip ekornya, karenapada spesies dewasa sirip ekornya berwarna kuning) terdapat warna biru-kehitaman. Makanan utama dari bluefin tuna ini adalah beragam ikan kecil, chepalopoda, crustacean dll.
Sebagai renungan, kita manusia sudah selayaknya bersyukur lantaran kita tidak perlu susah-susah memberi makan ikan-ikan ini, akan tetapi kita tinggal menangkap dilaut saja. Dasar manusia serakah, penangkapan besar-besaran dan berlebih serta illegal fishing membuat jumlah populasi ikan ini dalam ambang mengkhawatirkan (over fishing). Nah lho... padahal kita yang mempunyai luasan laut yang luar biasa besar ini jarang menikmati ikan ini kok bisa sudah over fishing ya? Itu lantaran perbuatan manusia-manusia tak tahu diri yang hanya mementingkan isi perut mereka sendiri!

Peran pemerintah? Yah...kita doakan sebelum ikan-ikan ini habis dijarah, pemerintah bisa berbuat lebih banyak sehingga pada akhirnya nanti anak-cucu dari bangsa ini sempat menikmati gurihnya daging ikan ini, hehe...

Perluasan Masjidil Haram


Assalamu'alaikum!!

Masjidil Haram dari citra satelit

Tadi pagi pas saya baca majalah 'Techno Konstruksi' terbaru (Ed.5/Th.I/Sept 2008), saya tertarik pada satu artikel yang mengulas tentang perluasan yang dilakukan kerajaan Saudi Arabia terhadap Masjidil Haram. Perhatian yang sangat besar diberikan oleh kerajaan terhadap masalah ini lantaran mereka ingin dapat memberikan yang terbaik bagi para tamu Allah.





Masjidil Haram dengan latar belakang hotel milik kerajaan

Masjidil Haram yang terkenal dengan kemegahan dan keindahannya, tampaknya semakin tidak mencukupi untuk menjamu para tamu Allah terutama saat puncak musim haji. Hal ini dikarenakan jumlah jamaah haji terus mengalami peningkatan dari tahun-ketahun. Masjid yang berlantai marmer dingin, tiang-tiang yang kokoh dan tinggi serta atap yang indah, yang dilengkapi dengan ornamen, lampu gantung dan ukiran kaligrafi tampaknya akan terus menarik umat muslim dipenjuru dunia untuk terus datang menjadi tamu Allah. Kesyahduan masjid ini semakin lengkap dengan hadirnya sembilan menara yang berdiri perkasa setinggi masing-masing 89 m.

Kemegahan dan keindahan Masjidil Haram

Ketika memasuki bangunan masjid yang mempunyai 95 pintu dan setiap lantainya ditopang oleh 530 tiang, kita akan semakin tertegun dengan ka'bah berjubah hitam yang menjulang tinggi 14 m dipelataran terbuka ditengah-tengah orang yang sedang tawaf mengelilinginya.
Masjidil Haram, yang merupakan salah satu masjid terbesar didunia selain megah juga sangat luas, dimana masjid ini terdiri dari tiga lantai (lantai dasar, lantai dua dan lantai atap serta lantai bawah tanah). Masing-masing luas lantainya mencapai 19.000 m2 dan berbentuk tidak simetris.
Jika ditambah pelataran diluar bangunan dan ditengah-tengah Masjidil Haram, luasnya mencapai 278.000 m2 dan mampu menampung 700.000 jamaah. Jika masih ditambah areal pasar kecil, areal timur Mas'a di Qasyasyiyah dan arteal di arah Asyamyah sekitar 88.000 m2, maka kapasitas tampung total Masjidil Haram mencapai 914.000 jamaah - bahkan sampai satu juta pada puncak musim haji.
Seperti yang saya bilang dimuka, Masjidil Haram semakin tidak mampu menampung banyaknya jamaah! Sebagai data pembanding adalah jumlah jamaah musim haji 2007 yang tercatat mencapai 2,8 juta orang! Dengan demikian bisa kita bayangkan bahwa tidak ada sejengkal tempat-pun disekitar masjid yang tidak terisi oleh jamaah! Subhanallah...


PERLUASAN MASJIDIL HARAM











Cetak biru dan maket rencana perluasan Masjidil Haram

Kerajaan Saudi sangat mendukung rencana perluasan Masjidil Haram. Dana sebesar 70 milyar Riyal (160 triliun Rupiah) telah disiapkan untuk pembangunan proyek pengembangan masjid terbesar dalam sejarah, dimana pengerjaan proyek ini adalah kontraktor termashyur, Bin Laden. Tahun 2007, perluasan masjid dimulai yang diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas jamaah hingga 35%, sehingga mampu menampung 3 juta jamaah.
Menurut rencana, Masjidil Haram dirancang akan mampu menampung 10 juta jamaah pada tahun 2020 mendatang. Dalam cetak biru pembangunan kota suci Makkah, kota ini nantnya akan mampu menampung 3 juta penduduk dan 8 juta jamaah yang mendatangi tempat ini.
Demi mewujudkan hajat besar ini, penambahan halaman seluas 380.000 m2 dilakukan disebelah utara (wilayah Shamyah, sehingga pekerjaan ini dikenal dengan proyek Shamyah) dengan menggusur 1000 bangunan. Kompensasi sebesar 6 milyar Riyal telah dialokasikan demi kelancaran proyek. Sebut saja Hotel Sheraton, Hotel Hilton, Hotel Daaruttauhid Intercontinental, Hotel Kindah dan Hotel Makkah akan diratakan.



Bangunan - bangunan yang siap dirobohkan

Proyek Shamyah ini didesain untuk menyediakan tempat sholat yang lebih luas disisi utara Masjidil Haram, dilengkapi dengan sarana transportasi, apartemen, hotel dan segala fasilitas publiknya. Selain proyek ini, masih ada beberapa proyek disekitar Masjidil Haram yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan kenyamanan beribadah yang lebih kepada para tamu Allah.
Untuk itu, mari senantiasa kita berdoa semoga apa yang menjadi hajat pemerintah Saudi mampu terlaksana dengan lancar dan selesai sesuai yang diharapkan. Amin...

Jumat, 12 September 2008

Bulan Kembar ??!


Assalamu'alaikum!!!


Weh, waktu yang belum bisa kalahkan sepertinya semakin cepat saja. Ndak terasa Ramadhan yang mulia ini sudah hampir separo jalan
Bagaimana ibadah Saudara? Saya harap Anda bisa mengisi Ramadhan kali ini lebih baikdari tahun yang lalu ya!

Omong-omong soal bulan lagi ni ya, akhir Agustus yang lalu saya mendengar seorang teman yang bilang bahwa lintasan Mars pada awal September sebegitu dekatnya dengan Bumi, sehingga seolah-olah Bumi punya 'bulan kembar'! - yang beliau maksud - dan sebagian orang yang saya baca referensinya dari koran lokal - menyebutkan bahwa 'bulan kembar' ini berarti dalam arti sebenarnya, planet Mars terlihat sebesar bulan!! Gubrak!!!


Saya sempat bingung juga, bagaimana bisa Mars yang dilihat dari Bumi begitu kecil, lantaran orbitnya kebetulan lewat dekat orbit Bumi menjadikan Mars terlihat 'sebesar' bulan, yang nantinya terlihat seperti 'bulan kembar'?! Setahu saya, sedekat-dekatnya planet lain ke Bumi, karena jarak yang terlampau jauh membuat benda-benda langit itu tetap kelihatan kecil (mungkin 'sedikit' lebih besar kalau kita melihat pakai teropong
), tapi tetap saja akan terlihat jauh lebih kecil daripada ukuran bulan kita! Seandainya Mars atau planet yang lain sampai terlihat sebesar bulan, menurut perkiraan saya hal yang dahsyat akan terjadi, karena keseimbangan gravitasi tatasurya berubah lantaran adanya tarik-menarik antara benda planet yang tidak semestinya, membuat kehancuran yang ndak bisa dibayangkan...

Saya coba cari tahu (terutama bukti gambar) di web dan koran-koran mengenai peristiwa ini. Ternyata susah untuk memperolehnya. Eee...pagi ini pas coba nyari lagi ternyata ketemu! Berikut gambar yang luar biasa indah, diambil 1 September 2008 dari atas kota Perth yang menunjukkan bulan baru (awal Ramadhan), yang dilatar belakangi trio
terrestrial planet, yakni Venus, Merkurius dan Mars.



Bulan (bawah sendiri), Venus, Merkurius dan Mars

Gambar tersebut semoga dapat memberi informasi kepada kita bahwa 'bulan kembar' itu tetap dalam proporsi ukurannya masing-masing, karena untuk saat ini memang itulah yang sudah seharusnya terjadi.

Satu lagi gambar yang menurut saya pantas untuk disaksikan adalah gambar berikut lantaran cukup dramatis. Venus yang terlihat kecil seperti bulan sabit, terlihat beberapa menit sebelum akhirnya tertutup bdan bulan (seperti gerhana). Venus kembali terlihat kurang lebih satu jam kemudian. Contoh gambar lengkap peristiwa serupa bisa klik disini. Gambar dibawah ini diambil 30 Oktober 2006 di Budapest, Hunggaria, siang hari.



Ternyata, masih banyak hal tentang alam ini yang sangat menarik untuk terus kita pelajari. "Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia..." (QS 3 : 191).

Senin, 01 September 2008

Kamis, 21 Agustus 2008

Persiapan Ramadhan?




Assalamu'alaikum...

Wah, ndak terasa kita sudah berjumpa lagi dengan puasa Ramadhan!
Sebagian dari kita pasti ada yang senang dengan datangnya 'tamu' yang satu ini, namun ada pula yang bersedih hati akan kehadirannya. Itu hanya pribadi kita sendiri yang tahu alasannya ^_^

Ngomong soal Ramadhan, biasanya 'dua kubu' organisasi Islam terbesar di Indonesia (baca: NU dan Muhammadiyah) biasanya mempunyai cara perhitungan sendiri mengenai kapan awal dan berakhirnya Ramadhan. Yang satu menggunakan Hisab dan yang lain lebih manteb pakai Rukyat. Mungkin sebagian dari kita ada yang bingung, mengapa yang diributkan hampir selalu seputar bulan Ramadhan dan Syawal, dan setahu saya, mereka ndak pernah ribut tentang tanggal pelaksanaan wukuf di Arafah atau kapan pelaksanaan solat Iedul Adha. Sepertinya mereka ikuuut...saja sama tanggal yang diberikan pemerintah Arab ^_^. Namun begitu mendekati Ramadhan, hampir dapat dipastikan ada 'geseh' dalam memulai maupun mengakhiri ibadah puasa ini. Masalah ini sepertinya tidak akan selesai begitu saja jika tidak ada yang mengalah ^_^, ini serupa komentar seseorang dalam blog yang mengkritisi pembenaran Rukyat sebagai satu-satunya cara yang patut diakui?

Sebenarnya bukan itu yang ingin saya bahas disini...

Apa dan bagaimana persiapan yang harus kita cukupi menjelang datangnya bulan Ramadhan, sebenarnya sudah harus kita sempurnakan jauh-jauh hari. Hal ini penting artinya karena ketika ramadhan tiba, kondisi hati dan raga kita siap untuk menyambut seruan ketaatan selama sebulan penuh, yang nantinya dapat memacu ibadah kita untuk terus pada posisi prima, setahun setelah Ramadhan tahun ini selesai.

Berikut saya kutip tulisan dari adek-adek
, yang membahas tentang persiapan apa saja yang semestinya kita lakukan begitu akan datang tamu kita yang satu ini.

"Tentunya ada diantara Sahabat yang merasa kebingungan, mengenai apa-apa saja yang harus dan perlu dipersiapkan menjelang bulan Ramadhan. Untuk itu, bisa diterapkan persiapan- persiapan berikut ini :
> Pertama, I'dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.
Orang-orang orang yang saleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya'ban. Biasanya mereka berdoa :
"Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan."
Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan,bulan
Rajab dan Sya'ban adalah masa pemanasan (warming up), sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.
> Kedua, adalah I'dad Jasadi, yakni persiapan fisik.
Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur'an,
biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktivitas saat berkecimpung dalam gerak dinamika masyarakat.
> Ketiga, adalah I'dad Maliyah, yakni persiapan harta.
Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Memersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhan-pun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.
> Keempat, adalah I'dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.
Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagaijenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.
Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya,sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Amin".